Ibu dan Hidayahku

1 komentar
Ku mulai kisahku dengan iringan ucapan syukur  Alhamdulillah atas segala nikmat yang allah turunkan kepadaku hingga hari ini.

Rasanya ingin meneteskan air mata ketika kupaparkan kisahku ini.semoga mengandung hikmah yang dapat dipetik dari untaian huruf yang kuuraikan.


Awal kisahku….

Aku dibesarkan dikeluarga yang Alhamdulillah paham agama,sedikit banyak aku diajarkan berbagai macam ilmu agama. Pengajaran tersebut mengiringi  perjalanan hidupku hinggaku beranjak remaja. di usia remaja aku sudah menggunakan hijab syar’I (jilbab besar), akan tetapi seiring dengan besarnya pengaruh lingkungan terhadapku tingkah dan pola fikirku mulai berubah.

Sosok ibu

Suatu saat aku sendiri dikamar, ibuku mendapatiku sedang asyik mendengar musik yang jelas-jelas aku sudah tahu bagaimana hukumnya. karena takut di marahi akupun langsung mematikan musik dan menunduk dengan perasaan bersalah.  Akan tetapi apa yang kufikirkan salah, ibuku tak marah akan tetapi dia mengajakku bicara sambil mengelus-elus kepalaku dengan lembut, dia menasihatiku dengan penuh kewibawaan seorang ibu, sejenak kulihat dipelupuk matanya ada kesedihan yang begitu mendalam sehingga menetes air matanya. dengan rasa bersalah ku peluk dia sambil menangis tersedu-sedu dan kukatakan padanya aku tak akan mengulanginya lagi.

Pergaulanku

Karena pengaruh lingkungan sekitar yang begitu besar terhadapku, aku mulai berubah lagi bahkan semakin parah , aku  kembali mendengar musik, bergaul tanpa adanya batasan antara laki-laki dan perempuan, nongkrong-nongkrong  bersama teman dan berbagai maksiat lainnya. sebagaimana hal anak remaja saat itu aku berfikir tak ingin dikekang, aku ingin bebas bergaul dengan siapa saja, punya banyak teman, jalan-jalan,de el el. Hari-hari pun berlalu dan akupun semakin jauh dari allah. Aku selalu beralasan pada orangtua punya kegiatan setiap hari minggu di sekolah padahal ku gunakan hari itu untuk jalan-jalan menghabiskan waktu bersama teman-teman, jilbabku yang besar kini berangsur menjadi kecil, orang tuaku tidak mengetahuinya karena jika keluar dari rumah aku tetap memakainya hanya saja aku menggantinya dirumah temanku yang berada tak jauh dari sekolah. Semua Hal itu ku sembunyi rapat-rapat dari kedua orang tuaku agar mereka tak mengetahuinya.

Hidayah mulai menyapa

Hingga pada suatu hari(tepatnya hari ahad) aku tidak ada kegiatan bersama teman-teman. Jadi kuputuskan tuk berada dirumah saja seharian. Pada saat duduk-duduk diruang tamu tiba-tiba aku teringat akan jadwal rutin aku untuk pengajian(tarbiah). aku ikut tarbiyah sudah dari sejak SMP. Kebetulan rasanya sudah lama aku tidak hadir dengan alasan sibuk sekolah . jadi kuptuskan tuk pergi menuju tempat tarbiyah . kebetulan Pada saat itu kami tidak melanjutkan materi yang sudah terprogram. akan tetapi murobbiyahku memberikan materi mengenai tujuan hidup manusia yang sebenarnya. Pada saat itu beliau banyak sekali memberi nasihat yang membuat hatiku bergetar, dan merasa takut terhadap sang pencipta. Pada saat itu juga diperlihatkanlah kepada kami sebuah film tentang dahsyatnya siksa kubur. Seketika itu juga perasaanku bercampur aduk dan juga tubuhku terasa terguncang,dadaku serasa sesak, rasanya ingin menangis sejadi-jadinya karena membayangkan betapa banyak maksiat yang kulakukan diluar sana,.

Perubahanku dan  nasihat ibuku

Sepulangnya dari tarbiah aku banyak merenung, ku berusaha khusyu’ dalam shalat, membaca qur’an dan bangun shalat lail. Di waktu shalat lail kutumpahkan semua isi hatiku kepada sang khalik aku menangis sejadi-jadinya.memohon ampun atas segala kekhilafanku selama ini. ku kerjakan shalatku dengan khusyu’ ku habiskan malamku untuk memohon ampunan terhadap sang pencipta.

Dipagi harinya hatiku merasa sejuk, tenang, bahagia seakan-akan aku baru merasakan hidup yang sesungguhnya. kumulai meninggalkan semua kebiasaan burukku. Ku ceritakan semua masalah (maksiat yang dulu ku kerjakan) yang kualami terhadap ibuku. Karena ibuku orang yang sangat berperan dalam kehidupanku dia yang mengajarkanku banyak hal, mengenalkan aku terhadap tuhanku yang agung, mengajariku untuk mencintai rabbku diatas segalanya, membimbingku dengan sabar, menasihatiku dikala aku khilaf, menyayangiku dengan segenap jiwanya.

Mendengar cerita yang telah kupaparkan. beliau seketika menangis beliau tak menyangka aku pernah setega itu terhadapnya, membohonginya, dsb. Akan tetapi beliau tidak marah, beliau menasihatiku panjang lebar dan hinggga sekarang nasihatnya itu insya allah tak pernah ku tinggalkan.

Aku bersyukur kepada Allah subhana wata’ala atas segala limpahan nikmat ,rahmat dan kasih sayangnya terhadap aku dan keluargaku hingga sekarang.

Satu doa yang tak pernah kutinggalkan dalam sujud-sujudku yakni “semoga Allah memberi tempat terbaik bagi kedua orang tuaku diakhirat, mengistiqomahkan diriku, mengaruniai kami khusnul khatimah,d an bertemu dengan wajah Allah di akhirat”.

Terimah kasih ya Allah atas hidayah yang engkau turunkan ke dalam hatiku.

Sumber : MADAH


1 komentar:

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader