Sepenggal Duka Di Langit Cinta

0 komentar
Maha besar Allah Azza wa Jalla yang telah menciptakan langit dan bumibeserta isinya, begitupun dengan hati setiap hamba-hamba-Nya, sehingga mudah membolak-balikkannya. Pada saat seperti ini, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat lainnya sangatlah penting agar mudah menapaki jalan yang berliku ini.

Berikut ini adalah sepenggal cerita yang diangkat dari sebuah kisah nyata.


Mendapat hidayah dari Allah menjadi laki-laki sholeh dengan istri yang sholehah serta anak yang patuh, terlebih lagi ia kini sudah memiliki usaha sendiri, itu merupakan kesyukuran besar bagi keluarga Hamidah. Dan kehidupan keluarganya begitu bahagia, sholat berjama’ah, mengkaji al-qur’an dan kitab-kitab lainnya bersama, serta mengisi ta’lim-ta’lim seakan menjadi kegiatan rutin bagi keluarga mereka. 

Sampai kehadiran anak keduanya, di sinilah masalah demi masalah terjadi, terlebih lagi pertemuan dengan teman lamanya yang membawa pengaruh buruk baginya. Kehadiran temannya itu bak jelmaan setan yang merubah dirinya, yang dulu menghabiskan waktu di ta’lim, kini ia habiskan waktunya di warnet. Kegiatan ini terus ia lakukan dan semakin berani hingga menyelusuri bioskop dan film cabul, dan lebih parahnya lagi penampilan ustadz yang dulu melekang padanya ia hilangkan, jangankan sholat sunnah, sholat wajib pun ia lalaikan.

Sifat lemah-lembut itu kian berubah, ia selalu marah dan terkadang tamparan tangannya melayang di pipi sang istri. Ketika ditanya tentang kepulangannya yang selalu larut, ia berdalih sibuk mencari nafkah dan menghadiri beberapa ta’lim. Sebenarnya sang istri tahu kemana ia selama ini hingga dia dan anaknya harus menahan lapar karena suaminya tidak pernah menyisahkan nafkah sebelum ia pergi.

Puncak dari kebohongannya ketika ia diajak oleh temannya tuk merayakan keberhasilan usaha haram sang teman tersebut. Larut malam baru ia pulang ke rumah dengan membawa makanan dan mainan untuk anaknya, tapi takdir Allah berkata lain, dia tidak lagi mendapati anaknya dalam keadaan bernyawa, karena sang anak telah menghadap pada Sang pemilik Ruh tuk selama-lamanya, setelah sebelumnya suhu tubuh anaknya tinggi karena beberapa hari tidak makan. Apalah daya dirinya, tiada kuasa tuk mengembalikan semuanya, sekarang tinggal penyesalan yang tergambar di wajahnya.

Beberapa hari setelah anak keduanya meninggal, ia berniat ke pesantren tuk menemui anak pertamanya ditemani oleh temannya. Namun, di tengah perjalanan motor yang mereka kendarai menabrak truk, untungnya ia masih bisa selamat sedangakan temannya sedang menghadapi sakaratul maut. Ia berusaha membantu temannya mengucapkan syahadatain, namun sungguh memiriskan hati, karena di nafas terakhirnya kata yang keluar dari mulutnya hanyalah wins, wins, n wins secara berulang seperti yang biasa diucapkan saat memenangkan game di warnet. 

Dengan luka di kepalanya, ia tetap melanjutkan perjalanan menuju pesantren. Sesampainya di sana, ia dapati anaknya di mesjid sedang membaca al-qur’an, dan entah kenapa ia merasa damai, hatinya tenang, dan ia langsung memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang dan linangan air mata, seraya mengucap puji syukur atas kesempatan hidup yang masih diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk bertaubat atas kekhilafannya selama ini.

Sumber : MADAH


Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader