Berbagi seperti Sumur

0 komentar
Seorang mahasisiwi mendapati dirinya dalam kekurangan biaya bulan ini, kebutuhannya belum terpenuhi semuanya padahal uang di dompetnya tersisa beberapa ribu saja. Sedang gaji dari kerja sampingannya pun telah habis dia gunakan. Dia mulai memikirkan pekerjaan apa yang bisa dikerjanya untuk mendapatkan beberapa lembar uang demi mencukupi kebutuhan prioritasnya bulan ini, tapi sampai beberapa hari pun belum didapatkannya.

Akhir pekan dia menghadiri sebuah acara sosial, tak disangkanya ada penggalangan dana untuk korban-korban Gaza palestina, kotak permintaan dana pun disebar, sesaat kotak itu berada di depannya. Jiwa sosialnya bergemuruh, tapi kebutuhannya bulan ini akan tertunda atau mungkin terabaikan sama sekali jika dia mengisi kotak tersebut dengan sebagian isi dompetnya yang telah menipis. Hampir saja kotak itu dipindahkannya tanpa mengisi, tapi entah fikiran dan kekuatan dari mana dia membuka dompetnya kemudian tanpa menghitung jumlah isinya dia mengucapkan nama Allah dan mengambil seluruh isi didalamnya. Tak tersisa selembar pun.

Keesokan harinya, dengan Rahmat Allah dia mendapatkan bonus dari tempatnya bekerja, sejumlah beberapa kali lipat dari jumlah yang diperkirakan mengisi dompetnya kemarin.

Saudaraku..begitulah hakikat dari kehidupan sebenarnya. Bahwa kebikan telah diganjar dengan kebaikan berlipat ganda.Bahkan dalam Islam, Allah menjanjikan hal tersebut. Barang siapa yang mengeluarkan sedekahnya maka akan digantikan dengan jumlah berlipat ganda. Dan harta yang dimilikinya tak akan berkurang dengan sedekah tersebut.

Di zaman ini, manusia berlomba untuk mendapatkan keberhasilan, yang mana di ukurnya dengan harta yang melimpah. Tak jarang kita saksikan seorang kaya yang menghardik seorang papah karena memohon belas kasihnya, ketakutan akan berkurangnya jumlah harta yang telah dimilikinya dengan berbagi ke orang lain.

Semua di hitung dengan uang, walau pada dasarnya manusia zaman ini belum mampu meletakkan standar dari keberhasilan itu sendiri secara tepat. Defenisi dari kaya, makmur, sejahtera masih belum nampak benang merahnya dengan miskin, menderita, sengsara. Bahkan benangnya sendiri belum terlihat. Kecuali sebagian manusia yang faham akan hakikat dari keberhasilan itu sendiri.

Apakah seorang miskin yang mampu memberi bantuan kepada tetangganya dikatakan tidak berhasil? Atau seorang kaya yang enggan untuk membantu tetangganya yang sedang kesulitan dikatakan seorang yang berhasil?

Tentu jawabannya tergantung siapa yang akan memberi jawaban! Mungkin Ya mungkin Tidak.

Saya yakin kita semua sepakat bahwa tak ada seorang di bumi ini pun yang mampu hidup tanpa orang lain, baik orang lain tersebut memberinya bantuan atau bahkan memberinya beban. Saya mengibaratkan tiap manusia yang hiudp adalah pemilik sumur. Apakah sumur itu memiliki mata air yang bagus atau tidak, yang pasti setiap sumur memiliki air. Pengibaratan dari kekayaan yang dimiliki setiap manusia, kaya atau miskin, masing-masing dari kita adalah pemilik sumur.

Ketika air dari sumur kita bagi ke orang lain maka tentu airnya takkan habis, atau sumurnya akan jebol. Dan ketika kita enggan untuk memberinya tentu keadaan air di dalamnya kan tetap sama.

Lihat sumur di sebuah desa, yang tiap harinya penduduk desa menimba air darinya, tak jua habis bahkan keesokan paginya air kembali memenuhi sumur itu.

Memberi bantuan keorang lain tidaklah akan menghabiskan harta kita atau bahkan menghetikan tumpahan rezeki dari Allah, bahkan bantuan itu akan diberikan kembali ke kita dengan tambahan yang melimpah ruah. Seperti sepenggal kisah diatas, keikhlasan mengeluarkan seluruh isi dompetnya disaat dia merasakan kesempitan biaya tidaklah menjadikannya sengsara, Allah langsung menggantinya dengan berlipat ganda.
Seperti seorang guru yang memberikan ilmu kepada murid-muridnya, tentu tak akan pernah mengurangi atau menghabiskan ilmu yang di milikinya. Malah akan menambah ilmu yang telah didapatkan sebelumnya. Tidak sampai disitu, pahala kebaikan yag di dapatnya dari keikhlasan memberi akan mengalir terus menerus jika si murid mengajarkannya pula pada orang lain.

SubhanalLah! Keajaiban berbagi selalu membuat kesan yang luar biasa. Hilangkan keraguan untuk berbagi. Mata air sumur kita tak akan pernah kering..bagi airnya dengan siapa pun yang membutuhkan.

Ummu faari’...silahkan di download di sini


Posting Komentar

Silahkan beri komentar...atau langsung di Buku Tamu...Tentu kami mengharap komentar yang Anda kirim adalah komentar yang menggunakan kata-kata yang baik dan sopan, jangan lupa cantumkan identitas Anda dan tidak menggunakan Anonim. syukran























youtube downloader